Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Wednesday, August 12, 2020

Review Turanza 2706, 27”

Menyambung postingan sebelumnya. Mencoba merealisasikan proyek "coba-coba kembali bersepeda", mulailah perburuan sepeda. Karena ini proyek coba-coba, saya mencari sepeda yang murah, tapi lumayan. Akhirnya ketemu sama Turanza 2706, 27”. Sepeda ini saya beli dalam kondisi preloved, yang menurut pengakuan pemilik sebelumnya belum ada 6 kali pakai. 

 
Mengapa beli sepeda ini?

Pertama, harganya murah. 

Harga pasar per April 2020 (saat tulisan ini dibuat) di Toko online berkisar antara 2,4 – 2,7 juta, dan saya beli dengan harga 1,9 Juta, bonus helm, silicon gel sadel, dan holder botol sepeda

Kedua, Fiturnya lumayan

Dengan harga segitu sudah dapat fitur yang bisa dibilang lumayan lah

Wednesday, May 22, 2019

Mengenang Ramadhan di Bristol

Ramadhan tahun 2017 lalu, bisa jadi adalah Ramadhan yang sejauh ini paling berkesan. Pasalnya, Ramadhan tahun 2017 lalu benar-benar dilalui pada kondisi yang sangat berbeda dari sebelum-sebelummnya. Suasananya, lingkungannya, makananya, kegiatanya, waktunya, orang-orangnya, hampir semuanya berbeda. Ditambah lagi harus Jauh dari anak-istri, keluarga, serta kerabat.  Ramadhan tahun 2017 lalu kebetulan harus dijalani di negeri ratu Elisabeth sana, tepatnya di kota Bristol, tatkala masih menyandang status sebagai pegawai tugas belajar. Berikut sedikit cerita dari sekian banyak yg bisa diceritakan

Durasi Puasa

Sudah tau pastinya, kalo durasi puasa di daratan eropa sana relatif lebih lama daripada di Indonesia. Di UK, sendiri, rata-rata durasi puasannya adalah 19 jam, selsisih kurang lebih 6 jam dari durasi puasa di Indonesia. “Apa kamu ga mati?”, kira2 begitu komentar dari kebanyakan temen sekelas kalo diceritain soal puasa. Bagi mereka, puasa adalah sesuatu yang mustahil. Lah wong diceritain soal sholat lima waktu, harus bangun pagi sholat subuh aja mereka udah geleng-geleng.
Buka puasa jam setengah 10 malam, pergi tarawih, pulang-pulang jam 2 malam udah sahur. Buka puasa jam-jam segitu rawan sekali ngantuk. Pernah ada teman bercerita yang ketiduran saat menjelang waktu berbuka, bangun-bangun udah masuk hari puasa berikutnya karena sudah masuk waktu subuh, stengah 4 pagi. Ga buka puasa dan ga sahur :ngakak. 

Friday, November 10, 2017

Bermimpi, Gratis Tapi Mahal

Source image: Google
Kata orang, bermimpilah sebanyak-banyaknya toh bermimpi itu ga bayar alias gratis. Tidak salah memang, akan tetapi ungkapan tersebut mungkin hanya pas ditujukan  untuk orang yang enggan bermimpi. Di sisi lain, bagi sebagian orang, ada kondisi dimana bermimpi bukan hanya masalah keengganan atau mau tidak mau, tapi karena memang tidak bisa/mampu bermimpi, yang menjadikan mimpi menjadi barang yang mahal, bahkan sangat mahal.

Orang juga sering bilang bermimpilah setinggi-tinginya, karena ga ada yang bisa membatasi. Tapi sepertinya tidak sesederhana itu. Untuk bermimpi, setidaknya orang perlu inspirasi dan di beberapa kondisi perlu keberanian dan dukungan. Kesemuanya itu tentunya ditentukan oleh lingkungan masing-masing. Mimpi orang yang hidup di desa mungkin beda dengan mimpi mereka yang hidup di kota, mimpi anak dari keluarga yang pas-pasan mungkin beda dengan mimpi dari anak keluarga berkecukupan, mimpi dari anak negara A mungkin beda dengan mimpi dari anak negara B, dan seterusnya.

Inspirasi dibentuk oleh wawasan/pengetahuan yang dimiliki seseorang atau dengan kata lain, apa yang ia impikan adalah apa yang ia ketahui atau dibatasi oleh wawaan yang ia miliki. Kita mungkin cukup familiar dengan program “kelas inspirasi” yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) yang digagas oleh Pak Anies Baswedan (Sorry, bukan kampanye). Bagi yang belum pernah mendengar, secara ringkas program ini mengajak para profesional dari berbagai macam profesi dan latar belakang untuk mengajar selama satu hari di SD yang intinya menceritakan tentang profesi masing-masing. Ide dasarnya simpel, memberikan wawasan/pengetahuan seluas-luasnya pada anak-anak tentang berbagai profesi yang ada sehingga mereka mempunyai banyak pilihan untuk menentukan mimpi-mimpi mereka. Semakin kaya wawasan/pengetahuan seseorang, semakin beragam mimpi yang bisa ia ciptakan. Seberapa baik lingkungan menciptakan kondisi yang memungkinkan seseorang memperluas wawasan/pengetahuan menjadi faktor yang penting. Ini perkara yang kompleks dan tidak mudah, menyangkut masalah pendidikan, keluarga, sarana penunjang, kebiasaan, budaya dll.

Sunday, February 14, 2016

The Answer

15022015,
Hari yang kami pilih untuk menggenapkan separuh agama
Hari dimana untuk kali pertama, terucap kalimat “cinta” dari lisanya
“Izinkan saya menikah dengan laki-laki yang saya cintai”

Bukan kalimat yang  langsung ditujukan kepadaku memang, dan bukan pula kalimat yg ia buat sendiri, melainkan dituntun seorang penghulu. Tapi itu saja sudah lebih dari cukup, untuk membuatku gemetar sekujur badan.
Sempat merenung saat malam sebelum hari pernikahan, bahwa ternyata bisa sampai sejauh ini, bisa secepat ini, dan sebuah pertanyaan besar “entah bagimana jadinya hidup denganya nanti”

Satu tahun sudah kini
Pertanyaan besar itu kini berganti, “Entah bagaimana jadinya bila tidak hidup tidak denganya”

Orang yang akan hidup besamamu, bisa jadi bukan orang yang saat ini dicinta, bukan pula orang yg saat ini mencinta, melainkan dialah jodohmu yang tepat, yang terbaik, yang akan kamu cintai sampai akhir hayat.

Dan memang hanya Alloh-lah yang paling tau apa yang paling baik untuk kita kn?

Selalu akan ada jawaban dari pertanyaan mengapa upaya-upaya yang dilakukan sebelumnya selalu gagal, bahkan mungkin untuk hal yang sepertinya pasti akan berhasil.

for me, she is “the answer”

boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

I love you till jannah, sayang


Tuesday, May 19, 2015

Medsos dan Tabayyun


Image by google
Saat ini kita kita dihadapkan pada situasi dimana penggunaan media sosial (medos) sebegitu marak dan fenomenalnya. Dengan mudah, pada banyak tempat, dapat kita temui pengguna media sosial. Media sosial seolah telah menjadi candu, sekaligus tuntutan gaya hidup.
Melalui media sosial, dengan sangat mudah orang dapat berbagi informasi. Semua jenis informasi dari berbagai sumber dapat dengan mudah menyebar secara global, dan dalam waktu yang relatif singkat. Saking mudahnya, informasi yang tidak jelas sumber dan kebenaranya, dan permasalahan tertentu yang masih sepotong-sepotong dan tidak lengkappun dengan sangat mudah tersebar. Informasi tersebut jelas berpotensi menyesatkan dan menimbulkan fitnah oleh banyak pihak. 

Di sini lah pentingnya sikap untuk meneliti kebenaran sesuatu dan tidak tergesa-gesa  (Tabayyun). Setiap informasi yang diterima hendaknya perlu dicermati benar kebenaranya, agar tidak tersesat dan ikut menyesatkan. 

Friday, October 17, 2014

Prioritas?

Dalam KBBI, kata “Penting” (Important) didefinisikan sebagai “hal utama, sangat berharga (berguna), atau mempunyai posisi yg menentukan”.  Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya sesuatu akan dianggap “lebih penting” dari pada yang lain apabila sesuatu tersebut lebih diutamakan, lebih didahulukan, atau lebih mendapat banyak perhatian. sebaliknya, sesuatu akan dianggap kurang penting apabila kurang diutamakan, tidak didahulukan, atau kurang mendapat perhatian. 

Orang juga banyak saling menukar artikan pengertian antara istilah “lebih prioritas” dan “lebih penting” sehingga istilah “lebih penting” memiliki kesamaan arti dengan“lebih prioritas”.

Orang sering lupa kalau “Prioritas” tidak hanya berhubungan dengan derajat “kepentingan”, tapi juga berhubungan dengan tingkat “Keterdesakan” (urgensi). Sesuatu dengan tingkat kepentingan yang sama, namun mempunyai tingkat keterdesakan yang lebih tinggi sudah tentu harus didahulukan

(Eisenhower Quadran)

Jadi, kalau ada orang yang merasa dirinya tidak diprioritaskan karena dicuekin, tidak diutamakan, tidak diperhatikan bukan berarti dia tidak penting. Bisa jadi sebenarnya penting, namun kurang mendesak atau ada hal penting lain yang lebih mendesak. (Iya gitu kali^^)

Wednesday, September 24, 2014

Saling menguatkan

Alangkah indahnya jika kita bisa saling menguatkan.
Kita, yang berdiri dengan alas keegoisan dan gengsi masing-masing, kita yang mungkin bertolak belakang, dengan keakuanku, dengan kekamuanmu, dapat memapah yang lain disaat salah satu tertatih, atau saling bepegangan untuk bersama-sama bangkit jika sama-sama terjatuh.

Tujuan bersama yang kita punya, yang kita tau penuh liku dan kerikil, bisa jadi hanya bisa dicapai bila kita saling menguatkan. tak cukup hanya aku, tak cukup hanya kamu saja yang berjuang.
Ada kalanya kesedihan tidak bisa diungkapkan, ada kalanya kegundahan tidak bisa diutarakan. Kita, seharusnya bisa lebih memahami. Tidak muluk, segelas teh hangat atau sepotong roti, sudahlah cukup. 

"Meski yang menghubungkanku dengan seseorang hanya seutas benang, akan kujaga. Jika dia ulurkan, akan kukencangkan . Jika ia kencangkan, akan ku kendurkan. hingga benang itu tidak pernah terputus" (Mu'awiyyah Ibnu Sufyan)


Tuesday, September 23, 2014

Allah mengetahui, sedangkan kita tidak

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ( 2:216) 

Lalu, apa yang saat ini sedang aku perjuangkan?
Tentunya, sesuatu yang baik menurut penilaianku, menurut pertimbanganku, menurut pengetahuan dan pemahamanku, dengan segala keterbatasanya. Karena pada dasarnya kita tidak tahu yang mana sesuatu yang baik bagi kita, sampai Alloh menunjukan jawaban. Allah mengetahui, sedangkan kita tidak.

Maka yang saat ini bisa aku lakukan adalah memperjuangkan, tetap memperjuangkan, dan akan terus memperjuangkan sesuatu yang menurutku baik itu dengan segenap daya upaya sampai Alloh menunjukan jawaban, sembari tetap berkhusnudzon bahwa apapun jawabaNya nanti memang itulah yang terbaik.

-di dalam becak yang melaju, pada suatu kota yang jauh-

Thursday, August 28, 2014

Cobaan Berbentuk Nikmat Waktu Luang



Waktu luang pada dasarnya adalah sebuah nikmat, sama halnya dengan nikmat lainya seperti rizki, kesehatan dll. Perlu dicatat bahwa ujian/cobaan tidak melulu berupa musibah, kesedihan, atau kondisi yang tidak mengenakan lainya akan tetapi ujian/cobaan tak jarang berwujud dalam sebuah nikmat, termasuk waktu luang. Disebut cobaan karena dengan adanya nikmat waktu luang, terutama waktu luang yang berlebihan justru dapat mengarahkan pada hal-hal yang kurang produktif, sia-sia, bahkan menuju ke arah maksiat. Seperti pisau bermata dua, di satu sisi waktu luang bisa jadi merupakan sesuatu yang membawa manfaat, di sisi yang lain bisa mendatangkan kerugian.

"Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu padanya yaitu kesehatan dan waktu luang" (HR. Bukhori).

Waktu luang secara sadar atau tidak sadar akan diisi dengan berbagai macam aktivitas. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa banyak diantara kita yang tertipu, itu artinya kebanyakan dari kita lebih cenderung untuk lalai dan kurang bijak dalam memanfaatkan nikmat tersebut.

Ada begitu banyak aktivitas untuk menghabiskan waktu luang yang dapat berupa kebaikan, berupa kesia-siaan, atau malah berupa kemaksiatan. Jadi barang siapa yang tidak menghabiskan waktu luangnya untuk kebaikan, maka sudah barang tentu waktu luangnya digunakan untuk perihal yang sia-sia atau malah mendatangkan kemudharatan.

Thursday, July 10, 2014

Menyikapi Kemenangan / Kebahagiaan


"Kemenangan yang tidak didasari dengan iman akan melahirkan kesombongan, kekalahan yang tidak didasari dengan iman akan melahirkan keputusasaan” 


Jadi apapun keadanya, entah ketika berada dalam sebuah kemenangan (kesuksesan, kebahagiaan) ataupun dalam kekalahan (kegagalan, kesedihan) dan tidak ada iman didalamnya maka yang akan dilahirkan adalah sama, yaitu sebuah keburukan yang pastinya akan membawa kepada suatu kerugian. Menang jadi abu, kalah jadi arang. Hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai tanda bahwa apabila kita melihat seseorang/diri kita berlaku sombong atas kemenangan, atau berputus asa atas kesedihan bisa jadi itu merupakan pertanda kurangnya iman.

Khusus mengenai kemenangan, Tak selayaknya sebuah kemenangan dirayakan dengan maksud menunjukan bahwa dia lebih hebat, lebih mampu, atau lebih pantas yang mengarah pada kesombongan. Tak sepatutnya sebuah kemenangan dirayakan berlebihan secara sengaja, dengan maksud untuk menyakiti hati pesaing-pesaingnya yang kalah. Semakin tersakiti para pesaing-pesaingnya seolah-olah memberi kebahagian tersendiri bagi pihak yang menang.

Monday, June 16, 2014

Peran Penting Pemimpin dalam Perubahan Organisasi


PERANAN PENTING PEMIMPIN DALAM PERUBAHAN ORGANISASI
 Teguh Priyanto 

  
Apa yang tidak berubah dalam dunia ini adalah perubahan itu sendiri, termasuk di dalamnya adalah perubahan lingkungan organisasi. Perubahan lingkungan organisasi adalah suatu keniscayaan baik perubahan internal maupun eksternal. Di masa sekarang ini, intensitas dan kecepatan perubahan lingkungan organisasi berlangsung sangat tinggi dan sangat dinamis. Kondisi tersebut seirng kali mebawa organisasi pada situasi yang menyulitkan, bahkan mengancam keberlangsungan organisasi

Dapat kita simpulkan bahwa perubahan lingkungan organisasi akan menimbulkan dorongan atau tekanan organisasi untuk melakukan perubahan organisasi menyesuaikan perubahan tersebut. Faktor lingkungan eksternal yang mendorong perubahan, yakni kekuatan kompetisi, kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan globalisasi, kekuatan sosial-demografik, dan kekuatan etikal (George dan Jones, 2002). Sementara, pada lingkungan internal organisasi, perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai-nilai, etos kerja, kompetensi maupun aspirasi karyawan juga mengharuskan respons organisasional yang tepat. Organisasi yang tidak mampu melakukan perubahan akan goyah dan akhirnya tertindas. 

Friday, May 30, 2014

Self Defeating Behaviour



Adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang berada pada situasi dimana Ujian Akhir Semester (UAS) dan penyampaian proposal penelitian kian mendekatinya. Idealnya, dalam situasi tersebut si mahasiswa seharusnya membuat persiapan menghadapi UAS dan banyak mencari dan membaca jurnal untuk memperkaya literarur review agar dapat menuyusun proposal penelitian dengan baik. Akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Si mahasiswa malah banyak menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak penting dan bermalas-malasan. Beberapa kali ia sengaja bolos dari kuliah dan lebih memilih tidur-tiduran di kosan dengan dalih capek dan agak kurang sehat.

Si mahasiswa bukanya tidak sadar akan situasi yang sedang dihadapinya, bukanya tidak tau akan konsekuensi tindakanya. Ia sadar dan tau bahwa tindakan seperti itu akan membawanya pada masalah. Tidak  bisa mengerjakan UAS, IP jeblok, penelitian akhir berantakan, masalah yang tidak bisa dianggap biasa saja. Ia sadar betul, ia paham betul, akan tetapi tindakan seperti itu masih tetap dilakukanya.
(Nama asli mahasiswa sengaja tidak disebut^^)

Contoh kasus tersebut bisa jadi merupakan gejala penyakit psikologis yang disebut “Self Defeating Behaviour”. “Self Defeating Behaviour” secara sederhana dapat diartikan sebagai tindakan sengaja yang dilakukan seseorang yang justru akan menghalangi atau merusak dirinya sendiri.

Friday, February 7, 2014

Gagasan



Sejarah telah mencatat banyak tokoh-tokoh dunia yang telah menghasilkan buah pikiran berupa ide, gagasan, konsep, dan lain sebagainya. Tidak jarang buah pemikiran tersebut harus melalui banyak perdebatan, tantangan, ataupun perlawanan. Ada banyak gagasan, konsep, ide, atau pemikiran dari orang-orang terdahulu yang masih ada atau malah tambah subur sampai sekarang.  Contoh paling mudah misalnya konsep negara kesatuan RI dan Pancasila yang digagas oleh Sokearno-Hatta dan para tokoh lainya yang hingga sampai sekarang masih dijunjung tinggi dan dengan segala upaya dipertahankan oleh segenap bangsa Indonesia. Kemudian buah pemikiran-pemikiran tokoh lain seperti Mahatma Gandhi, Kong Fu tse (Confucius), Henry Dunant, Boden Powell, atau paham-paham seperti Marxisme, nasionalisme, Liberalisme, Demokrasi dan masih banyak lagi. Tidak sedikit pula gagasan-gagasan yang bahkan tidak diketahui siapa yang menciptakan akan tetapi masih ada dan dipegang teguh oleh sekelompok masyarakat tertentu.

Gagasan itu penting. "Gagasan membentuk pengalaman kita tentang dunia, memberikan pilihan agar kehidupan bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk. Gagasan merubah kepercayaan dan harapan kita untuk masa depan. Gagasan seperti api, logam, gerabah, dan internet secara luar biasa telah mengubah cara kita menjalani kehidupan” (50 Gagasan luar biasa yang mengubah dunia)

Thursday, February 6, 2014

Kalimat yang merubah hidup



Adalah seorang bocah perempuan berusia sekolah dasar di sebuah dusun terpencil, dusun air asam  belitung timur. Di usianya tersebut ia memilih untuk berhenti bersekolah. Ia lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah dengan bermain atau bekerja . keluarga dan teman-temanya sudah berusaha membujuknya agar kembali bersekolah namun ia tetap enggan. Bukan karena tidak ada biaya (sekolah sudah tidak memungut biaya), bukan karena masalah jarak antara rumah dan sekolah yang jauh, bukan karena ia dipaksa bekerja, atau alasan klasik penyebab putus sekolah lainya sehingga ia memilih hal tersebut, akan tetapi ia memilih untuk tidak bersekolah karena ia merasa dirinya bodoh. Gadis kecil itu menganggap sekolah bukan tempat untuk orang-orang bodoh seperti dia, dia malu.

Gadis kecil itu kemudian menuturkan, bahwa dia pernah dimarahi oleh gurunya karena tidak bisa  mengerjakan soal yang diberikan kepadanya. Guru itu memarahi anak tersebut dengan sebutan “Anak Bodoh...anak bodoh..anak bodoh”. Keesokan hari dan hari-hari berikutnya setelah kejadian tersebut, gadis kecil itu tidak pernah lagi datang ke sekolah

-Cuplikan sebuah wawancara pada salah satu stasiun TV-

Saturday, August 24, 2013

Mentari

" Mentari tak pernah memaksa bulan untuk cepat pergi. Mentari tau, perginya bulan adalah sebuah keniscayaan "

@guguh_chu

Monday, June 24, 2013

Semakin dekat

Entah sudah sampai mana perjalanan ini. yang aku tau, atas setiap detik yang melaju jarak kita semakin dekat

@guguh_chu

Saturday, June 22, 2013

Perspektif Sudut Lain Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Indonesia


          Sebelum lahirnya undang-undang tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi, tindak pidana korupsi sebenarnya sudah diatur dalam KUHP. Seiring berjalanya waktu, Pengaturan dalam KUHP ternyata dirasa kurang cukup. KUHP tidak lagi dapat memenuhi keperluan masyarakat di ranah politik, ekonomi dan sosial
Korupsi juga dianggap sebagai kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime) yang tidak saja merampas uang negara dan rakyat yang mengakibatkan kerugian bagi Negara tetapi merupakan perbuatan menistakan martabat kemanusian yang telah mengakibatkan kemiskinan bagi rakyat. Tindakanya tidak lagi berakbiat person to person, tapi Person to manY. Maka dari itu kemudian dibuatlah suatu Undang-undang tersendiri di luar KUHP yang mengatur masalah tindak pidana korupsi.
        
          Pembuatan Undang-undang diluar KUHP tentang tindak pidana korupsi dimulai pada tahun 1950an. Usaha tersebut kemudian melahirkan Peraturan Pemberantasan Korupsi pertama di luar KUHP yaitu Peraturan Penguasa Militer No. Prt/PM/06/1957, No. Prt/PM/03/1957, dan No. Prt/PM/011/1957. Kemudian setelah itu lahir UU No.24 (PRP) tahun 1960, UU No.3 tahun 1971, dan yang paling terakhir UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ditambah UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU NO.31 TAHUN 1999.

Friday, May 31, 2013

Ekspektasi


Adalah seorang pekerja yang memutuskan untuk pindah kerja ke sebuah perusahaan baru yang cukup ternama. Alasan kepindahan tersebut adalah karena di perusahaan yang baru ia bisa memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Iapun menceritakan kepindahan tersebut kepada istrinya.
Saat gajian, perusahaan yang baru membayar 2X lipat dari penghasilan di perusahaan yang lama. Ia kemudian memberikan gaji itu kepada istrinya. Sang istri terlihat tidak begitu bahagia.

Mengapa sang istri bersikap demikian?
padahal penghasilan yang diperoleh suaminya sekarang 2X lipat dari penghasilan sebelumnya

"Ekspektasi"!

Thursday, February 14, 2013

Resolusi Telat

Tahun baru udah hampir satu setengah bulan yang lalu
bahasan tentang resolusi 2013 skrg pastinya bisa dibilang bahasan yang basi dan telat.
disaat semua orang sudah memulai aksi resolusinya masing-masing ini baru mau ngebahas. hedeh….. -_______-
anggap aja aku orang yang anti mainstream lah, ga suka samaan dengan orang kebanyakan
lagian aku mau nulis apa juga terserah to^^

Tahun 2013, status baru, suasana baru
Siapa menyangka, di bulan Desember kemarin namaku tertera sebagai salah satu orang yang berhak untuk mengemban tugas belajar dari kantor, kembali ke kampus plat merah Ali wardhana Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Praktis, tahun 2013 ini akan aku habiskan dengan kehidupanku sebagai seorang mahasiswa tugas belajar (kalau lancar sih, ga DO tengah jalan)

Thursday, March 15, 2012

Catatan Kecil

GEMPA BALI

Setelah gempa susulan pertama, tanah kembali bergerak.
Pegawai kantor kami kembali berlari berhamburan keluar tak beraturan, tersandung2, tergopoh-gopoh, menyelamatkan diri
ternyata getaran hanya berlangsung 1 detik saja.
beberapa diantara mereka :
“Wah, sialan!! ternyata gempa kecil aja. tadi ngapain sampe lari-lari segala..”

dan bebrapa yang lain :
“Alhamdulillah, untungnya cuma gempa kecil yah”
                                                     Denpasar, 13 Oktober 2011