Showing posts with label BPKP. Show all posts
Showing posts with label BPKP. Show all posts

Tuesday, August 11, 2015

Belajar Dari Desentralisasi Ala Jepang


jepang merupakan negara yang telah berubah dari negara yang sentralistis menjadi negara yang desentralistis melalui serangkaian perubahan aturan/kebijakan terkait desentralisasi pada 25 tahun terakhir ini. Jepang berhasil menerapkan sistem desentralisasi fiskal yang tidak setara (asymmetrical decentralization) yang terbukti ampuh memicu pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pembentukan blok-blok ekonomi yang lebih terintegrasi, tidak terpecah menjadi unit-unit ekonomi berdasarkan batas asli wilayah unit pemerintah tertentu. Derajat desentralisasi (luasnya otonomi) diberikan diberikan secara berbeda kepada daerah berdasarkan tingkat kemajuan daerah yang diindikasikan oleh jumlah penduduk, kemampuan menyerap tenaga kerja, serta kapasitas ekonomi. Semakin tinggi tingkat kemajuan daerah, maka semakin besar punya kewenangan yang dapat dimiliki atau dijalankan.
Pada negara Jepang dengan adanya otonomi yang luas, pemerintah pusat masih berperan dalam pembuatan regulasi secara nasional dan tidak menghapus peran pemerintah pusat dalam menetapkan kerangka kebijakan desentralisasi. Pemerintah berperan menjalankan fungsi-fungsi pengaturan, koordinasi dan pengawasan.

Monday, June 16, 2014

Peran Penting Pemimpin dalam Perubahan Organisasi


PERANAN PENTING PEMIMPIN DALAM PERUBAHAN ORGANISASI
 Teguh Priyanto 

  
Apa yang tidak berubah dalam dunia ini adalah perubahan itu sendiri, termasuk di dalamnya adalah perubahan lingkungan organisasi. Perubahan lingkungan organisasi adalah suatu keniscayaan baik perubahan internal maupun eksternal. Di masa sekarang ini, intensitas dan kecepatan perubahan lingkungan organisasi berlangsung sangat tinggi dan sangat dinamis. Kondisi tersebut seirng kali mebawa organisasi pada situasi yang menyulitkan, bahkan mengancam keberlangsungan organisasi

Dapat kita simpulkan bahwa perubahan lingkungan organisasi akan menimbulkan dorongan atau tekanan organisasi untuk melakukan perubahan organisasi menyesuaikan perubahan tersebut. Faktor lingkungan eksternal yang mendorong perubahan, yakni kekuatan kompetisi, kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan globalisasi, kekuatan sosial-demografik, dan kekuatan etikal (George dan Jones, 2002). Sementara, pada lingkungan internal organisasi, perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai-nilai, etos kerja, kompetensi maupun aspirasi karyawan juga mengharuskan respons organisasional yang tepat. Organisasi yang tidak mampu melakukan perubahan akan goyah dan akhirnya tertindas. 

Saturday, June 14, 2014

Kuliah Terakhir

17.45 WIB
Jumat, 13 Juni 2014

Berakhirnya kuliah Fraud Audit pada sore itu sekaligus mengakhiri juga kuliah di semester ini, semester terakhir sebelum skripsi. Itu artinya, hari itu adalah hari terakhir kegiatan perkuliahan di kelas, tidak ada lagi kegiatan perkuliahan setelah itu. Tidak ada lagi kesibukan mencari ruangan dan mengatur jadwal kuliah, tidak akan terlihat lagi anggota kelas kami yang berlari berkejar-kejaran dengan waktu karena takut telat, tidak ada lagi agenda bangun pagi-pagi buta mengerjakan tugas yang sudah hampir menyentuh deadline hari itu, yang berarti juga tidak ada lagi kegiatan presentasi menyenangkan di kelas, tidak ada lagi suasana dan becandaan kelas yang khas, tidak ada lagi acara rebutan tempat duduk sebelum kuliah^^. Setelah ini mungkin semuanya akan sibuk dengan tugas akhir masing-masing, sibuk dengan objek penelitian masing-masing.

Berhubung kuliah terakhir, acara foto2 dengan dosen di minggu terakhir kuliah menjadi agenda wajib^^

Bersama Bpk Adrin, Dosen Seminar Pengendalian Manajemen (atas)
dan Ibu Diah, Dosen Teori Akuntansi (bawah)

Monday, May 26, 2014

"Terlanjur"

Beberapa Kementerian Negara dan Lembaga akhir-akhir ini sedang dibikin sedikit kalang kabut. Hal ini terkait Instrusi Presiden No 4/2014 tentang Langkah-Langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. Dalam instruksi tersebut, masing-masing Kementerian negara dan lembaga “dipaksa” untuk melakukan penghematan dan pemotongan anggaran. Penghematan dan pemotongan anggaran dilakukan utamanya terhadap belanja honorarium, perjalanan dinas, biaya rapat/konsinyering, iklan, pembangunan gedung kantor, pengadaan kendaraan operasional, belanja bantuan sosial, sisa dana lelang atau swakelola, serta anggaran dari kegiatan yang belum terikat kontrak (Diktum KETIGA Inpres No. 4/2014).

Berdasarkan lampiran Inpres tersebut, hanya Kemdikbud, KPU, dan Bawaslu yang tidak mengalami pemotongan anggaran. Alasan tidak dilakukanya pemotongan anggaran pada Kemendikbud bisa jadi karena usaha pemerintah untuk tetap menjalanakan amanah konstitusi untuk menyediakan anggaran pendidikan setidaknya 20% dari APBN dan pelaksanaan pemilu presiden yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.

Thursday, May 15, 2014

“BPKP 49”

Apa yang langsung diinget dari hari-hari menjelang ulang tahun kantor? Lomba-lomba perayaanya? Bisa jadi. Gimana engga, beberapa minggu sebelum hari-H ulang tahun, di kantor pusat dan semua kantor perwakilan sudah ramai mengadakan berbagai perlombaan. Lomba-lombanya macem-macem, mulai dari berbagai cabang olah raga, fotografi, seni, masak, dll yang dijamin seru. Forum diskusi kantor penuh dengan berita dan foto-foto serunya rangkaian perayaan ulang tahun di kantor masing-masing.

Tapi lomba-lomba tadi baru salah satunya, ada yang lebih diinget dari itu. Yaitu tentang bagimana akhirnya bisa menjadi bagian dan saat-saat awal bergabung dengan kantor ini.
Tertulis dengan jelas dalam lembar peristiwa, sejumlah 49 Alumni STAN 2009 “terpilih” untuk bergabung dengan kantor ini. Banyak atau mungkin sebagian besar dari ke 49 orang “terpilih” tadi yang tidak menyangka karena memang secara hitung-hitungan matematis, peluang terpilih menjadi salah satu diantara 49 orang tersebut bisa dibilang sangat kecil. Beberapa orang menyebutnya “jodoh”. Berjodoh dengn kantor ini, berjodoh dengan “BPKP 49”.