Friday, May 15, 2015

Sayang

SAYANG

Begitu indah Alloh mempertemukan kita sayang
Kita yang tak saling kenal
kini terikat dengan ikatan suci nan sakral
Tak henti rasa syukur terpanjat
Dia anugerahkan padaku, hadirmu

Hadirmu merobek tirai-tirai sendu
Merajut benang-benang kebahagiaan
Embun pagi buta berbisik cemburu, pada kesejukan yang kau tawarkan
Susu cokelat hangat pagi hari berbisik iri, pada kehangatan yang kau bawakan
Hingga tanpa aku sadari
“memaksa” hatiku berlabuh di hatimu

"INDAH"

Sampai dengan menjelang bulan ketiga pernikahan, masih saja terkadang merasa “jet lag” dengan kondisi saat ini, bahwa kenyataanya saya sudah menikah, bahwa saya sudah mempunyai istri, tinggal bersama dalam satu atap dengan perempuan yang statusnya adalah istri saya. Apa yang sudah dilewati, dan apa yg sedang dijalani saat ini memang “agak” di luar perkiraan, berbeda dengan gambaran yang pernah dibayangkan. Manusia memang Cuma bisa berencana kan?. Jadi mungkin wajar apabila perasaan tersebut terkadang masih muncul. Ini bukan soal keluhan, tapi justru sebaliknya.

Sedikit menengok kebelakang, sedari awal memang banyak teman/kerabat, termasuk kami sendiri yang sedikit tidak menyangka kl kami bisa menikah, lantaran latar belakang budaya dan asal daerah yang berbeda, tempat tingga yang berjauhan, serta sejarah pertemanan kami yang sangat singkat dan biasa-biasa saja. Dan pada saat memutuskan menikah pun sejujurnya saya masih belum begitu banyak mengenal istri saya, dan sepertinya begitu juga sebaliknya.

Wednesday, November 12, 2014

Yang Pertama

Orang bilang, Cinta Pertama itu istimewa. Banyaknya puisi, sajak, lagu, yang bertema cinta pertama cukuplah kiranya menjadi bukti. Tapi apa sebenernya yang membuat cinta pertama itu menjadi istimewa? Yang menyebabkan ia berbeda dengan cinta-cinta berikutnya?
Apakah karena ceritanya paling romantis? Sepertinya bukan, cerita cinta setelah cinta pertama banyak yang lebih romantis
Atau karena orang yang dicinta? Sepertinya bukan juga, seseorang yang hadir kemudian banyak yang yang lebih baik dari ia yang datang pertama

Jadi apa?
bukan perihal “Cinta”nya yang membuat cinta pertama menjadi istimewa, tapi perihal “Pertama”nya. Karena “Pertama” itulah maka menjadi istimewa atau lebih istimewa, bukan ke-2, ke-3 dan seterusnya. Terlebih kalau cerita dan orang yang dicinta itu sendiri memang istimewa, ditambah itu adalah yang “pertama”, sudah pasti akan jauh lebih istimewa.
Makanya ga heran, kalau sesuatu yang dilakukan pertama kali biasanya punya kesan tersendiri.

Sunday, November 9, 2014

ADEGAN 21

Setting                    : di lapangan basket
Deskripsi Suasana    : Rangga menjelaskan kejadian di toko buku kepada Cinta.

Rangga : Bisa bicara sebentar?
Cinta    : Kita ngomong di sana
Rangga : Saya mau minta maaf sama kamu yang di Kwitang kemarin
Cinta    : Maaf apaan?
Rangga : Saya ngerasa agak keterlaluan
Cinta    : Bagian mana yang keterlaluan?
Rangga : Yang jelas, saya sudah bikin kamu marah. Makanya, saya minta maaf ke kamu.
Cinta    : Ya udah dimaafin
Rangga : Temen-temen kamu pasti nggak suka ya saya di sini?
Cinta    : Kok loe njelek-njelekin temen-temen gue lagi sih?
Rangga : Kamu sendiri malukan, ngobrol sama saya di sini?
Cinta    : Kok jadi gitu sih?

Rangga :
Ya, kalau kamu nggak malu, kenapa kamu nggak berani lihat mata saya? Ngeliatin ke kanan, ke kiri. Risih ya?
Cinta    : Pikiran loe, jelek amat sih?
Rangga :
Saya Cuma pingin baca pikiran anak-anak gaul kayak kamu, kayak teman-teman kamu

Cinta  :
Udah bisa baca pikiran anak-anak gaul? Terus, sekarang loe sudah berani vonis kita nggak punya kepribadian, nggak prinsipil? Nah, sekarang kalo elo ngerasa aneh di tempat-tempat ramai kayak gini, tu salah siapa? Sekarang gue Tanya, salah gue? Terus, kalao elo sekarang nggak punya temen sama sekali kayak sekarang tu, salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue, salah gue, gue Tanya? Loe cuma pingin nyakitin gue, tau nggak loe. Loe itu nggak mau minta maaf. Loe itu Cuma pingin nyakitin gue, njelek-njelekin gue ama temen-temen gue. Loe gue bilang ya. Loe itu bener-bener sakit jiwa

Source: Source

Friday, October 17, 2014

"Kemudahan adalah ujian syukur, sedangkan kesulitan adalah ujian sabar"
-Sibawaih-

Prioritas?

Dalam KBBI, kata “Penting” (Important) didefinisikan sebagai “hal utama, sangat berharga (berguna), atau mempunyai posisi yg menentukan”.  Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya sesuatu akan dianggap “lebih penting” dari pada yang lain apabila sesuatu tersebut lebih diutamakan, lebih didahulukan, atau lebih mendapat banyak perhatian. sebaliknya, sesuatu akan dianggap kurang penting apabila kurang diutamakan, tidak didahulukan, atau kurang mendapat perhatian. 

Orang juga banyak saling menukar artikan pengertian antara istilah “lebih prioritas” dan “lebih penting” sehingga istilah “lebih penting” memiliki kesamaan arti dengan“lebih prioritas”.

Orang sering lupa kalau “Prioritas” tidak hanya berhubungan dengan derajat “kepentingan”, tapi juga berhubungan dengan tingkat “Keterdesakan” (urgensi). Sesuatu dengan tingkat kepentingan yang sama, namun mempunyai tingkat keterdesakan yang lebih tinggi sudah tentu harus didahulukan

(Eisenhower Quadran)

Jadi, kalau ada orang yang merasa dirinya tidak diprioritaskan karena dicuekin, tidak diutamakan, tidak diperhatikan bukan berarti dia tidak penting. Bisa jadi sebenarnya penting, namun kurang mendesak atau ada hal penting lain yang lebih mendesak. (Iya gitu kali^^)

Monday, October 13, 2014

"Teorinya, berapapun jarak/jauhnya apabila kita terus melangkah maju seharusnya jaraknya kian mendekat"